Selasa, 01 November 2016

Untuk Akselerasi Perekonomian Masyarakat Desa



MALNUTRISI PADA ANAK PERLU PENANGANAN SERIUS

Tasikmalaya, Media Kota
Untuk mendiskusikan berbagai ide, pengetahuan dan produksi yang berkaitan dengan pemecahan masalah malnutrisi di Tasikmalaya, Managing Partner PT.PA CSR Indonesia Rio D, Praaning Prawira Adiningrat memilih Kabupaten Tasikmalaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Our Joint Brains : The Tasik Experiment End To Serious Malnutrition, Under-Education And Poverty Trough Agri-Intra Modernization yang akan berlangsung pada 5 November 2016 yang rencananya akan dibuka oleh Menteri Pedesaan, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo. “Konferensi ini akan merancang pendekatan modernisasi agrikurtur dan infrastruktur serta cara-cara lain yang terintegrasi secara holostik untuk memberantas malnutrisi di Tasikmalaya,” Jelas Rio di Pendopo lama Tasikmalaya, jumat (7/10)

Dia menjelaskan, dipilihnya Kabupaten Tasikmalaya sebagai tempat dilangsungkannya konferensi Our Joint Brains tersebut berdasarkan data, bahwa Tasikmalaya termasuk daerah yang mengalami malnutrisi pada anak sehingga jika tidak ditangani dengan serius, anak penderita malnutrisi akan tumbuh dengan fungsi fisik dan kognitif yang kurang berkembang. “Momen ini sangat penting karena  Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sangat membutuhkan informasi yang konstruktif dalam rangka meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari berbagai pihak termasuk dari PT.PA CSR Indonesia,” sambut Bupati Tasikmalaya Uu Rudzanul Ulum * Adv

Peringatan Tahun Baru Hijriah 1438 H



MOMENTUM PENINGKATAN KEIMANAN, KETAQWAAN
DAN ILMU PENGETAHUAN

Tasikmalaya, Media Kota
Pawai taaruf dan tabligh akbar menandai perayaan menyambut Tahun Baru Hijriyah (10 Muharam 1438 H) tingkat Kabupaten Tasikmalaya di Alun-alun Kecamatan Manonjaya, selasa (11/10). Pada agenda rutin Peringatan Hari Besar Islam Tingkat Kabupaten Tasikmalaya tersebut, Bupati Tasikmalaya Uu Rudzanul Ulum mengatakan bahwa tahun baru Hijriyah hendaknya dijadikan sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT melalui muhasabah untuk mengevaluasi diri terhadap amal perbuatan yang telah dilakukan serta terus merupaya meningkatkan ilmu pengetahuan.
“Memasuki tahun baru Hijriyah mari kita susun langkah-langkah strategis untuk meraih masa depan yang lebih baik dalam naungan ridlo Allah SWT dan mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya untuk meningkatkan kemampuan dengan menambah ilmu pengetahuan dan keimanan untuk menghadapi persaingan dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” papar Uu.
            Menurutnya, MEA merupakan momentum yang yang harus dihadapi dengan berusaha terus meningkatkan kemampuan di segala bidang dan menyadari bahwa persaingan akan semakin ketat. Hanya yang memiliki kemampuanlah yang akan mampu bertahan serta bersaing dengan orang dari negara lain dengan skil yang baik. Disamping itu, Uu menambahkan bahwa tahun baru Hijriyah di samping meningkatnya ilmu pengetahuan hendaknya dijadikan bahan evaluasi dan introspeksi diri, seberapa jauh ketaatan yang telah diperbuat selama satu tahun berlalu. “Dengan mencermati diri kita tentu kita akan tahu apakah termasuk orang yang beruntung atau justru menjadi orang yang merugi,” jelasnya.
            Untuk menyempurnakan usaha yang telah dilakukan, Bupati mengajak masyarakat untuk memaknai kehidupan dengan nuansa kesalehan dan memperteguh keimanan kepada allah SWT, bekerja dan beramal secara sungguh-sungguh agar Allah SWT memberikan kehidupan yang baik disertai dengan optimisme dalam menghadapi segala tantangan untuk mencapai sebuah kesuksesan, berdoa serta bertawakal (Firman Hakiki)

Perda tentang Pengelolaan BUMDes



POTENSI DAN KAPASITAS DESA TERUS DIOPTIMALKAN

Tasikmalaya, Media Kota
Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Perubahan Tahun 2016 setelah melalui serangkaian proses pembahasan bersama dengan Pansus DPRD Kabupaten Tasikmalaya, serta konsultasi intensif dengan Pemerintah Provinsi akhirnya disetujui bersama menjadi Peraturan Daerah (Perda). “Kedua Perda ini, dapat berperan dan berfungsi sebagai lokomotif pembangunan ekonomi perdesaan yang didasarkan pada kebutuhan, potensi dan kapasitas desa, untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat di desa. serta Perda tentang APBD Perubahan tahun Anggaran 2016 dapat diimplementasikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” Jelas Bupati Tasikmalaya Uu Rudzanul Ulum pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tasikmalaya tentang Persetujuan penetapan dua Ranperda menjadi Perda, di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Tasikmalaya, kamis (13/10)

            Dia berharap, segenap jajaran eksekutif terus berupaya untuk meningkatkan kinerja, atas amanah yang diembannya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya  masing-masing sehingga komitmen pencapaian visi Kabupaten Tasikmalaya dapat diwujudkan. “Kita menyadari sepenuhnya, bahwa anggaran yang tertuang dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2016  ini masih jauh dari mencukupi, namun demikian kondisi tersebut bukan merupakan alasan dalam mencapai sasaran dan tujuan program yang ada di SKPD, apabila seluruh pelaksana mempunyai tekad yang dilandasi rasa tanggung jawab,” jelas Uu (Alex)

Hari Pangan ke-36



KONSUMSI SUSU MASYARAKAT KABUPATEN TASIKMALAYA MASIH RENDAH

Tasikmalaya, Media Kota
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus berupaya menyosialisasikan pentingnya mengkonsumsi susu yang diyakini dapat menjadikan badan sehat dan otak cerdas (pintar). Wakil Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto menjelaskan bahwa berdasarkan data statistik, jumlah kebutuhan konsumsi susu di Kabupaten Tasikmalaya masih rendah ; dari 1,7 Juta penduduk , anak-anak dan bayi di Kabupaten Tasikmalaya yang mengkonsumsi susu baru sekitar 4.750.000 liter, atau masih dibawah 5 % dari kebutuhan optimal masyarakat. “Masyarakat yang sadar akan pentingnya minum susu baru 1,5 %, oleh karena itu gerakan minum susu ini harus terus disosialisasikan,” harap Ade Sugianto saat menyambut Hari pangan sedunia ke-36 di Aula Wiradadaha BAPPEDA Kabupaten Tasikmalaya, rabu (19/10) 

Dia mengapresiasi gerakan minum susu yang diikuti oleh siswa SD, SLTP dan SLTA ini menjadi kebiasaan serta mengajak semua pihak untuk terus menyosialisasikan di tengah masyarakat. Stigma masyarakat yang masih menganggap susu adalah barang mewah dan  mahal dan cenderung  mementingkan pola konsumsi pangan yang penting kenyang dari pada memperhatikan nilai gizinya harus dirubah. “Kita bersyukur dengan ketersediaan susu yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, karena dahulu memperoleh susu adalah sesuatu yang sangat susah dan harganya mahal,” jelas Ade. Menurutnya, faktor lain yang membuat orang enggan minum susu yaitu minum susu bukan kebiasaan turun temurun serta kebiasaaan orang tua yang lebih senang minum teh atau kopi (Firman Hakiki)